Sabtu, 24 Maret 2012

Tugas 2

1. Tulisakan rumus dari elastisitas permintaan !



Keterangan :
ED = Elastisitas permintaan
Q2 = Kuantitas permintaan setelah perubahan
Q1 = Kuantitas permintaan awal
P2 = Harga setelah perubahan
P1 = Harga awal

sumber :

Ekonomi Mikro Manajemen Bisnis,Drs lincoln arsyad ,m.sc.

Tugas 1


1. Apabila harga es krim naik dari $2 menjadi $2,2 dan jumlah pembelian turun dari 10 batang menjadi 8 batang, maka elastsitas permintaan dihitung sebagai berikut : 
Koefisien sebesar 2,32 menunjukkan bahwa perubahan harga sebesar 1 persen akan menimbulkan perubahan permintaan sebesar 2,32 %. Elastisitas permintaan memiliki hubungan negatif (arahnya berbalikan), yaitu ketika harga naik permintaan akan turun, vice versa.

sumber :

Ekonomi Mikro Manajemen Bisnis,Drs lincoln arsyad ,m.sc.

Kamis, 22 Maret 2012

Perilaku Konsumen (Penulisan 3)

C.Elastisitas
Elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya.Dengan kata lain,elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.
Penggunaan paling umum dari konsep elastisitas ini adalah untuk meramalkan apa yang kan barang/jasa dinaikkan. Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan harga terhadap permintaan sangatlah penting. Bagi produsen, pengetahuan ini digunakan sebagai pedoman seberapa besar ia harus mengubah harga produknya. Hal ini sangat berkaitan dengan seberapa besar penerimaan penjualan yang akan ia peroleh.
Sebagai contoh,anggaplah biaya produksi sebuah barang meningkat sehingga seorang produsen terpaksa menaikkan harga jual produknya. Menurut hukum permintaan, tindakan menaikkan harga ini jelas akan menurunkan permintaan. Jika permintaan hanya menurun dalam jumlah yang kecil, kenaikan harga akan menutupi biaya produksi sehingga produsen masih mendapatkan keuntungan.
Namun, jika peningkatan harga ini ternyata menurunkan permintaan demikian besar, maka bukan keuntungan yang ia peroleh. Hasil penjualannya mungkin saja tidak dapat menutupi biaya produksinya, sehingga ia menderita kerugian. Jelas di sini bahwa produsen harus mempertimbangkan tingkat elastisitas barang produksinya sebelum membuat suatu keputusan. Ia harus memperkirakan seberapa besar kepekaan konsumen atau seberapa besar konsumen akan bereaksi jika ia mengubah harga sebesar sepuluh persen, dua puluh persen, dan seterusnya.


sumber :

Ekonomi Mikro Manajemen Bisnis,Drs lincoln arsyad ,m.sc.

Perilaku Konsumen (Penulisan 2)

Pendekatan nilai guna ordinal
Pendekatan nilai guna ordinal atau sering juga disebut analisis Kurva indeference : manfaat yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsikan barang-barang tidak kuantitif / tidak dapat diukur. Pendakatan ini muncul karena adanya keterbatasan - keterbatasan yang ada pada pendekatan cardinal, meskipun bukan berarti pendekatan cardinal tidak memiliki kelebihan.
                                    
Kelemahan Pendekatan ordinal
Kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan kepuasan. Pada kenyataannya pengukuran semacam ini sulit dilakukan.
Persamaan kardinal dan ordinal
Persamaan cardinal dan ordinal yaitu sama-sama menjelaskan tindakan konsumen dalam mengkonsumsi barang-barang yang harganya tertentu dengan pendapatan konsumen yang tertentu pula agar konsumen mencapai tujuannya (maximum utility) .
Perbedaan kardinal dan ordinal
1.Nilai guna (Utility) Kardinal menganggap bahwa besarnya utility dapat dinyatakan dalam bilangan/angka. Sedangkan analisis ordinal besarnya utility dapat dinyatakan dalam bilangan / angka.
2.Analisis cardinal mengunakan alat analisis yang dinamakan marginal utiliy(pendekatan marginal). Sedangkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasan sama .


Sumber :

Ekonomi Mikro Manajemen Bisnis,Drs lincoln arsyad ,m.sc.

Perilaku Konsumen (Penulisan 1)

Pendekatan nilai guna (Utility) kardinal
Kepuasan seorang konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang dapat diukur dengan satuan kepuasan. Misalnya: mata uang.

Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu.
Kepuasan marginal(marginal utility)
            Tambahan kepuasan yang diperoleh dari penambahan jumlah barang yang dikonsumsi.Hukum tambahan kepuasan yang semakin menurun (The Law of Diminishing Marginal Utility)Besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus.
Berikut fungsinya:
U = f ( X1, X2, X3………, Xn )
U : besar kecilnya kepuasan.
X : jenis dan jumlah barang yang dikonsumsi.

Sumber : 
Ekonomi Mikro Manajemen Bisnis,Drs lincoln arsyad ,m.sc.

Perilaku Konsumen (Penulisan 5)


Faktor Penentu Elastisitas Permintaan
Ada empat faktor utama dalam menentukan elastisitas permintaan :
1. Produk substitusi.
Semakin banyak produk pengganti (substitusi), permintaan akan semakin elastis. Hal ini dikarenakan konsumen dapat dengan mudah berpindah ke produk substitusi jika terjadi kenaikan harga, sehingga permintaan akan produk akan sangat sensitif terhadap perubahan harga.
2. Prosentase pendapatan yang dibelanjakan.
Semakin tinggi bagian pendapatan yang digunakan untuk membelanjakan produk tersebut, maka permintaan semakin elastis. Produk yang harganya mahal akan membebani konsumen ketika harganya naik, sehingga konsumen akan mengurangi permintaannya. Sebaliknya pada produk yang harganya murah.
3. Produk mewah versus kebutuhan.
Permintaan akan produk kebutuhan cenderung tidak elastis, dimana konsumen sangat membutuhkan produk tersebut dan mungkin sulit mencari substitusinya. Akibatnya, kenaikan harga cenderung tidak menurunkan permintaan. Sebaliknya, permintaan akan produk mewah cenderung elastis, dimana barang mewah bukanlah sebuah kebutuhan dan substitusinya lebih mudah dicari. Akibatnya, kenaikan harga akan menurunkan permintaan.
4. Jangka waktu permintaan dianalisis.
Semakin lama jangka waktu permintaan dianalisis, semakin elastis permintaan akan suatu produk. Dalam jangka pendek, kenaikan harga yang terjadi di pasar mungkin belum disadari oleh konsumen, sehingga mereka tetap membeli produk yang biasa dikonsumsi. Dalam jangka panjang, konsumen telah menyadari kenaikan harga, sehingga mereka akan pindah ke produk substitusi yang tersedia. Selain itu, dalam jangka panjang kualitas dan desain produk juga berubah, sehingga lebih mudah menyebabkan konsumen pindah ke produk lain.

Elastisitas dan Total Penerimaan (penjual/produsen)
Elastisitas permintaan mempengaruhi total penerimaan yang diterima oleh penjual ataupun produsen. Hubungan keduanya adalah sebagai berikut :
1. Permintaan tidak elastis sempurna (= 0), perubahan harga tidak mempengaruhi kuantitas yang diminta atas barang. Dengan demikian, kenaikan harga akan meningkatkan total penerimaan, vice versa.
2. Permintaan tidak elastis (< 1), prosentase perubahan kuantitas yang diminta < dari prosentase perubahan harga. Oleh karena itu, kenaikan harga akan meningkatkan total penerimaan penjual/produsen, vice versa.
3. Permintaan uniter elastis (= 1), prosentase perubahan kuantitas = prosentase perubahan harga. Dengan demikian, tidak ada pengaruh terhadap total penerimaan.
4. Permintaan elastis (> 1), prosentase perubahan kuantitas yang diminta > dari prosentase perubahan harga. Oleh karenanya, kenaikan harga akan menurunkan total penerimaan penjual/produsen, vice versa.
5. Permintaan elastis sempurna (tak terhingga), kenaikan harga akan menyebabkan permintaan turun jadi 0. Oleh karenanya, kenaikan harga sekecil apapun akan menghilangkan total penerimaan. Sementara penurunan harga akan menurunkan total penerimaan.
Pembuktian akan hubungan antara hubungan antara elastisitas dan total penerimaan ini dapat disimulasikan sendiri dengan menentukan koefisien elastisitas sebuah produk.
sumber :

Ekonomi Mikro Manajemen Bisnis,Drs lincoln arsyad ,m.sc.


Perilaku Konsumen (Penulisan 4)


A. Elastisitas Harga Permintaan
Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa banyak permintaan barang dan jasa (konsumsi) berubah ketika harganya berubah. Elastisitas permintaan ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang diminta sebagai akibat dari satu persen perubahan harga.
Koefisien Elastisitas Permintaan
Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut :
Ed = % perubahan kuantitas diminta / % perubahan harga,
atau  
Keterangan :
ED = Elastisitas permintaan
Q2 = Kuantitas permintaan setelah perubahan
Q1 = Kuantitas permintaan awal
P2 = Harga setelah perubahan
P1 = Harga awal
Dalam perhitungan koefisien elastisitas ini, angka minus tidak perlu ditulis karena kita telah mengetahui bahwa antara harga dan permintaan berslope negatif. Artinya, kenaikan harga akan menurunkan permintaan, dan sebaliknya (hukum permintaan).
enis-jenis Elastisitas Permintaan
Ada lima jenis elastisitas permintaan :
  1. Permintaan tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Perubahan harga tidak mempengaruhi jumlah yang diminta. Dengan demikian, kurvanya berbentuk vertikal. Kurva berbentuk vertikal ini berarti bahwa berapapun harga yang ditawarkan, kuantitas barang/jasa tetap tidak berubah. Contoh barang yang permintaannya tidak elastis sempurna adalah tanah (meskipun harganya naik terus, kuantitas yang tersedia tetap terbatas), lukisan milik pelukis yang telah meninggal (berapapun harga yang ditawar atas lukisan, pelukis tersebut tidak akan mampu menambah kuantitas lukisannya), dan contoh lainnya yang sejenis.
  2. Permintaan tidak elastis : elastisitas < 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan < dari prosentase perubahan harga. Contoh permintaan tidak elastis ini dapat dilihat diantaranya pada produk kebutuhan. Misalnya beras, meskipun harganya naik, orang akan tetap membutuhkan konsumsi beras sebagai makanan pokok. Karenanya, meskipun mungkin dapat dihemat penggunaannya, namun cenderung tidakakan sebesar kenaikan harga yang terjadi. Sebaliknya pula, jika harga beras turun konsumen tidak akan menambah konsumsinya sebesar penurunan harga. Ini karena konsumsi beras memiliki keterbatasan (misalnya rasa kenyang). Contoh lainnya yang sejenis adalah bensin. Jika harga bensin naik, tingkat penurunan penggunaannya biasanya tidak sebesar tingkat kenaikan harganya. Ini karena kita tetap membutuhkan bensin untuk bepergian. Sama halnya, ketika harganya turun, kita juga tidak mungkin bepergian terus menerus demi menikmati penurunan harga tersebut. Karakteristik produk yang seperti ini mengakibatkan permintaan menjadi tidak elastis.
  3. Permintaan uniter elastis : elastisitas = 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan = prosentase perubahan harga. Contoh produk yang elastisitasnya uniter tidak dapat disebutkan secara spesifik. Jenis permintaan ini sebenarnya lebih sebagai pembatas antara permintaan elastis dan tidak elastis, sehingga belum tentu ada produk yang dapat dikatakan memiliki permintaan uniter elastis.
  4. Permintaan elastis : elastisitas > 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan > prosentase perubahan harga. Ini sering terjadi pada produk yang mudah dicari substitusinya. Misalnya saja pakaian, makanan ringan, dan lain sebagainya. Ketika harganya naik, konsumen akan dengan mudah menemukan barang penggantinya.
  5. Permintaan elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Dimana pada suatu harga tertentu pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar. Namun, kenaikan harga sedikit saja akan menjatuhkan permintaan menjadi 0. Dengan demikian, kurvanya berbentuk horisontal. Contoh produk yang permintaannya bersifat tidak elastis sempurna diantaranya barang/jasa yang bersifat komoditi, yaitu barang/jasa yang memiliki karakteristik dan fungsi sama meskipun dijual di tempat yang berbeda atau diproduksi oleh produsen yang berbeda. Dengan demikian, secara nalar barang/jasa tersebut seharusnya memiliki harga yang sama pula. Misalnya saja paperclip dan pen tinta biasa (seperti pen merek S dan P yang rata-rata berharga 1000-1500). Jika kita pergi ke supermarket untuk membeli paperclip, misalnya, kita cenderung tidak akan memperhatikan perbedaan merek. Satu-satunya yang sering kita jadikan bahan perbandingan adalah harga, dimana kita akan membeli paperclip yang harganya paling murah (atau pada harga rata-rata yang diterima pasar). Akibatnya, bagi perusahaan yang menjual paperclip diatas harga rata-rata, permintaan akan barangnya akan turun ke nol. Ini karena semua paperclip, meskipun harganya berbeda-beda, memberikan fungsi yang sama.                    

sumber :
Ekonomi Mikro Manajemen Bisnis,Drs lincoln arsyad ,m.sc.

Senin, 09 Januari 2012

Cinta dan Kasih Sayang (Penulisan 23)

Nama   : edwina carolin pietersz
Kelas   : 1KA24
NPM   : 12110254

Hubungan Cinta Kasih dan Sayang Antara Orang Tua dan Anak

Berbeda dengan hubungan antara pria wanita, rasa sayang antara anak dan orang tua tidak memerlukan rasa suka karna sejatinya aktualisasi suka sudah ada sejak bayi lahir. Demikian juga aktualisasi sayang, kasih dan cinta sudah ada semenjak si bayi lahir. Hal tersebut terjadi spontan berdasarkan naluri yang tidak dipelajari. Tidak juga tergantung pada situasi dan nasib tertentu . Secara umum hubungan cinta antara orang tua dan anak dalam prosesnya berlangsung sepihak yaitu si orang tua memberikan cintanya secara aktif dan si anak menerimanya secara pasif.

Yang membedakan antara cinta pria wanita dengan orang tua dan anak adalah motif dan tujuannya. Antara orang tua dan anak hubungan cinta bersifat tidak memiliki dan suatu saat mereka merelakan anak mereka dicintai orang lain berdasarkan cinta pria wanita. Sedangkan hubungan cinta pria wanita, bersifat memiliki dimana mereka adalah satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dan tidak satupun phak ke tiga yang dapat mengklaim kepemilikan sah hubungan suami istri.

Hubungan Cinta dan Kasih Sayang Antara Manusia dan Tuhan
Hubungan cinta dan kasih sayang antara manusia dan Tuhan sering diistilahkan dengan spiritualisme. Dimana spiritualisme adalah suatu paham pengkultusan kepada Sang Pencipta yang diaktualisasikan dengan pemujaan dalam berbagai bentuk sesuai dengan situasi kultural suatu sistem kemasyarakatan. Kecintaan kepada Tuhan adalah wujud dari rasa terimakasih yang kepadanya atas jasanya yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya.

Bentuk ungkapan terimakasih tersebut sangat beragam dari ungkapan yang bersifat primitif hingga logis dan cerdas. Masyarakat primitif yang sedang dalam pencarian akan keberadaan Tuhan mewujudkan keyakinan mereka dengan cara menyembah batu, pohon dan benda maupun tempat yag dianggap keramat lainnya. Sedangkan wujud masyarakat peralihan adalah dengan mewujudkan rasa terimakasih mereka dengan berdoa langsung kahadapannya dengan menggunakan berbagai sarana terbaik yang mereka miliki. Salah satu wujud cinta adalah pengorbanan, maka pengorbanan yang terbaiklah yang dilaksanakan untuk mengungkapkan terimakasih kita kehadapannya. Terdapat beberapa aliran yang sengaja bunuh diri lantaran ingin mengungkapkan rasa cinta mereka kehadapan Tuhan.
Dengan semakin berkembangnya zaman dan moderenitas tak dapat dihindari sementara wujud cinta kehadapan-Nya adalah mutlak dan absolut, maka wujud cintapun berubah menjadi lebih logis. Kenapa logis karna moderenitas tak terlepas dari unsur ilmiah dan logis. Memang sejatinya terdapat unsur cinta yang berupa insting yang kadang berada di luar nalar. Atau dikatakan cinta buta. Tapi dari sekian banyaknya manusia di muka bumi ini hanya sebagian kecil sekali yang membabi buta mengungkapkan cintanya kehadapan-Nya. Berhubungan dengan hal tersebut wujud terimakasih kehadapan-Nya bergeser dari pemujaan berlebihan ke arah kegiatan produktif yang mendukung pelestarian spesies manusia di muka bumi ini. Seperti kegiatan pendidikan, peduli lingkungan hidup, gerakan peduli sesama berupa kegiatan bakti sosial, belajar dengan tekun, bekerja untuk kesejahteraan keluarga, menjadi peminpin yang dicintai rakyatnya, melaksanakan proses pembangunan bangsa berkelanjutan, pembinaan aspek moral yang berkelanjutan, membina hubungan baik antar suku, golongan, agama dan negara, melakukan penelitian ilmiah pada berbagai disiplin ilmu, menerapkan teknologi tepat guna dalam mengeksplorasi alam baik di bumi maupun di ruang angkasa dengan tujuan agar spesies manusia tetap eksis di muka bumi ini.

Uraian di atas sesuai dengan ajaran Hindu dalam kerangka mencari, merindukan dan mencintai Tuhan yang dinyatakan dalam berbagai jalan yaitu Bakti Marga, Karma Marga, Jenana Marga dan Yoga Marga. Sesungguhnya filosofis Hindu sudah sadar betul akan tingkatan peradaban budaya manusia dari zaman ke zaman. Kenapa Bakti Marga di tulis paling awal ? Karna memang kegiatan bakti marga adalah kegiatan mengungkapkan rasa cinta kepadanya dengan bakti. Pelaksanaan riilnya sebenarnya sudah kita laksanakan secara rutin terutama untuk umat Hindu. Ke dua ditulis Karma Marga karna sarana lain untuk mengungkapkan rasa cinta adalah berbuat sesuatu yang baik demi kesejahteraan, ketentraman dan kedamaian umat manusia. Jenana Marga pada urutan ketiga adalah untuk mengantisipasi kekritisan umat manusia dalam melakukan pencarian dalam usaha mencintai Tuhan. Dimana manusia dibekali akal sehat untu mencari sendiri kebenaran itu. Sehingga dengan demikian apakah kita salah untuk mengkritisi ? Apakah salah kita sebagai mahluk Tuhan dalam usaha kita untuk mencari kebenaran dalam usaha mencintainya mencari ilmu, belajar menggunakan akal sehat ? Hendaknya ini perlu menjadi renungan kita bersama, apakah kebebasan berfikir di ranah sosial saat ini sudah demikian ? Yang terakhir adalah Yoga Marga pada urutan ketiga adalah untuk mengantisipasi kekritisan umat manusia dalam melakukan pencarian dalam usaha mencintai Tuhan. Dimana manusia dibekali akal sehat untu mencari sendiri kebenaran itu. Sehingga dengan demikian apakah kita salah untuk mengkritisi ? Apakah salah kita sebagai mahluk Tuhan dalam usaha kita untuk mencari kebenaran dalam usaha mencintainya mencari ilmu, belajar menggunakan akal sehat ? Hendaknya ini perlu menjadi renungan kita bersama, apakah kebebasan berfikir di ranah sosial saat ini sudah demikian ? Yang terakhir adalah Yoga Marga yaitu suatu tataran tertinggi dalam usaha mencintai Tuhan yang dapat dicapai dengan konsentrasi penuh, menyatukan fikiran mendekat kepadanya. Tahapan terakhir ini adalah yang paling sulit dan menurut sejarah katanya pernah dilakukan oleh beberapa wiku zaman dulu. Mengapa saat ini jarang ada rohaniawan yang berani mengklaim sudah melakukan penyatuan dengan Tuhan melalui jalan Yoga Marga ?

Sumber : Teacher Creative Corner

Kamis, 05 Januari 2012

Kegelisahan (Penulisan 22)

nama : Edwina Carolin Pietersz
kelas :  2 KA 27
NPM  : 12110254


Kegelisahan akan Kesendirian terhadap Dunia Luar

Kegelisahan akan dunia luar, dialami oleh seseorang yang merasa dirinya tidak nyaman jika berada dengan orang banyak. Sehingga ia memutuskan untuk menyendiri, dan hanya berkontak lansung dengan orang yang berada dalam rumah saja atua keluarga sendiri.
Kasus, kegelisahan akan dunia luar dialamin oleh seorang remaja yang beranjak dewasa ini dianggap aneh. Karena, walaupun ia sudah sebesar itu, ia takut untuk keluar rumah dan untuk mengenal orang yang berada diluar. Suatu saat ia ditinggal oleh ke dua orang tuanya, yang sedang ada urusan kerja ke luar kota untuk berberapa hari. Ia pun di rumah hanya berdua denganb bibinya, suatu ketika ada orang yang masuk ke dalam rumah karena orang tersebut salah masuk rumah. Ia pun langsung terkejut dengan orang yang masuk ke dalam rumahnya, tanpa ia mengetahui siapakah orang masuk tersebut ? saat itu, bibinya sedang belanja kepasar, dengan ketakutannya tersebut ia teriak dan langsung masuk kekamarnya dan mengunci kamarnya, lalu menutupi mukanya dengan selimut sambil gemetaran. Bibi pun data, dan melihat anak majikannya berada di dalam kamar yang sedang penuh ketakutan tersebut. Dia memceritakan kepada bibinya, dengan apa yang telah ia lihat tadi.
            Ketakutan atau kegelisahan akan kesendiriannya itu, disebabkan karena ia melihat acara di TV yang begitu kejam akan dunia luar. Sehingga ia takut untuk keluar rumah atau mengenal dunia luar. Kegelisahan tersebut tidak bagus untuk psikis anak tersebut. Oleh karena itu, kepada orang tua untuk mengajarkan anaknya untuk memberitahu dan mengenalkannya kepada dunia luar dan harus tetap berhati – hati juga.

Jumat, 25 November 2011

Kepemimpinan dalam Organisasi (Tugas 6)


Nama              : Edwina Carolin Pietersz
Kelas               : 2KA27
NPM               : 12110254


Kepemimpinan dalam organisasi adalah yang mana mempunyai tugas bagaimana kita bisa menjadikan sebuah organisasi itu menjadi suatu yang solid.

Tipe - tipe dalam kepemimpinan, yaitu :
1.      Tipe Otokratik
Tipe seorang pemimpin yang egois dan otoriter.
2.      Tipe Paternalistik
Pemimpin yang hanyan terdapat di lingkungan tradisional.
3.      Tipe Kharismatik
Pemimpin yang mempunyai daya tarik tersendiri pada pemimpin tersebut sehingga menimbulkan simpati tersendiri kepada organisasinya.
4.      Tipe Laissez Faire
Pemimpin yang berpandangan bahwa organisasinya akan berjalan secara lancar karena anggotanya yang terdiri dari orang - orang dewasa yang sudah memiliki tujuan organisasi.
5.      Tipe Demokratik
Pemimpin yang disegani bukan ditakuti kerana melakukan manusia dengan cara manusiawi dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.

Teori - teori yang di lakukan oleh seorang pemimpin, yaitu :
1.      Teori Genetic
Teori yang mengatakan bahawa seorang pemimpin akan dilahirkan dengan bakat pemimpin.
2.      Teori Sosial
Teori yang mengatakan bahwa setiap orang akan menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.

Laut Mati (Penulisan 20)


Nama              : Edwina Carolin Pietersz
Kelas               : 1 KA 24
NPM                : 12110254


Laut Mati

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Secara
geologi laut mati terbentuk tiga juta tahun yang lalu ketika timbul retakan kecil pada Jordan Riff Valley dimana air laut masuk dan terkumpul, iklim kering dan evaporasi tinggi meningkatkan konsentrasi mineral dalam air. Garam, kapur dan gypsum terdapat pada sepanjang retakan ini dan membentuk danau dengan kandungan garam tertinggi. Laut Mati adalah danau yang membujur didaerah antara Israel, Daerah Otoritas Palestina dan Yordania. Di 417,5 m di bawah permukaan laut, merupakan titik terendah di permukaan bumi. Laut mati terletak pada perbatasan antara Yordania dan bagian barat Palestina, laut mati memiliki titik terendah di bumi pada 1.300 kaki (400m) di bawah permukaan laut.
Danau ini dinamakan laut mati karena tidak ada bentuk kehidupan yang dapat bertahan dalam air garam ini. Laut mati memiliki kandungan garam tertinggi dari seluruh laut di dunia. Kadar garamnya sekitar 32 % dibandingkan terhadap kadar garam rata-rata 3% pada Laut Mediteranian. Sejak dulu material yang terdapat dalam laut mati diketahui mempunyai efek untuk mempercantik kulit. Dengan mengoleskan lumpur ini ke tubuh, mineral yang terkandung di dalamnya terbukti dapat memperbaiki kulit, melancarkan sirkulasi darah dan dapat membantuk kesehatan. Hal ini sudah lama diketahui oleh King Salomon, Cleopatra dan Herod the Great sehingga mereka mendatangi Laut Mati untuk memperoleh efek tersebut.[2]
Etimologi dan ilmu nama tempat
Dalam bahasa Ibrani, Laut Mati adalah s Yam ha-Melaḥ (bantuan Info •), berarti "laut garam" (Kejadian 14:3). Dalam prosa terkadang istilah Yam ha-Māvet (ים המוות, "laut kematian") digunakan, karena kelangkaan kehidupan akuatik [6]. Dalam bahasa Arab Laut Mati disebut al-Bahr suara Al-Mayyit (bantuan • Info)  ("Laut Mati"), atau kurang umum bahr ᵘ Lut ᵃ (بحر لوط, "Laut Lot"). Nama lain dalam sejarah bahasa Arab adalah "Laut Zoar", setelah kota terdekat pada zaman Alkitab. Orang-orang Yunani menyebutnya Danau Asphaltites (Yunani Attic ἡ Θάλαττα ἀσφαλτῖτης, ia Thálatta asphaltĩtēs, "yang Asphaltite  laut"). Alkitab juga menyebutnya sebagai Yam ha-Mizrahi (ים המזרחי, "laut Timur") dan Yam ha-'Ărāvâ (ים הערבה, "Laut Araba").

Sabtu, 05 November 2011

Hutan Lindung di Indonesia (Penulisan 21)


Nama              : Edwina Carolin Pietersz
Kelas               : 2 KA 27
NPM               : 12110254

Hutan Lindung di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Hutan lindung Gunung Tilu di wilayah Jabranti, Kuningan
Hutan lindung (protection forest) adalah kawasan hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau kelompok masyarakat tertentu untuk dilindungi, agar fungsi-fungsi ekologisnya --terutama menyangkut tata air dan kesuburan tanah-- tetap dapat berjalan dan dinikmati manfaatnya oleh masyarakat di sekitarnya. Undang-undang RI no 41/1999 tentang Kehutanan menyebutkan[1]:
„Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.“
Dari pengertian di atas tersirat bahwa hutan lindung dapat ditetapkan di wilayah hulu sungai (termasuk pegunungan di sekitarnya) sebagai wilayah tangkapan hujan (catchment area), di sepanjang aliran sungai bilamana dianggap perlu, di tepi-tepi pantai (misalnya pada hutan bakau), dan tempat-tempat lain sesuai fungsi yang diharapkan.
Dalam hal ini, undang-undang tersebut juga menjelaskan bahwa yang dimaksud sebagai kawasan hutan dalam pengertian di atas adalah:
„...wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap.“

Silang pengertian
Hutan lindung pengertiannya kerap dipertukar-tukarkan dengan kawasan lindung dan kawasan konservasi pada umumnya. Kawasan konservasi, atau yang juga biasa disebut sebagai kawasan yang dilindungi (protected areas), lazimnya merujuk pada wilayah-wilayah yang didedikasikan untuk melindungi kekayaan hayati seperti halnya kawasan-kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam sebagaimana dimaksud oleh UU no 5/1990. Jadi, fungsinya jelas berbeda dengan hutan lindung.
Sedangkan kawasan lindung memiliki pengertian yang lebih luas, di mana hutan lindung tercakup di dalamnya. Keppres no 32/1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung menyebutkan[3]:
„Kawasan Lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber alam, sumber daya buatan dan nilai sejarah serta budaya bangsa guna kepentingan pembangunan berkelanjutan.“
di mana mencakup (kawasan) hutan lindung sebagai:
„ ... kawasan hutan yang memiliki sifat khas yang mampu memberikan perlindungan kepada kawasan sekitar maupun bawahannya sebagai pengatur tata air, pencegah banjir dan erosi serta memelihara kesuburan tanah.“
dan memisahkannya dari bentuk-bentuk kawasan sempadan pantai, sempadan sungai, serta sempadan waduk, danau, dan mata air.