Sabtu, 26 Maret 2011

BAB 6, Manusia dan Penderitaan (penulisan 2)


Nama          : Edwina Carolin Pietersz
NPM          : 12110254
Kelas          : 1 KA 24

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)

Mendengar kata kekerasan, sudah tidak asing lagi di telingga kita. Sekarang begitu maraknya terjadi saat ini, seperti kekerasan dalam rumah tangga. Tetapi, yang begitu aneh dan herannya pelaku kekerasan di dalam rumah tangga adalah seorang istri.
Seorang istri yang menjadi tersangka pelaku kekerasan terhadap anaknya sendiri, akibat kesulitan ekonomi yanh dialaminya. Istri tersebut sering kali memarahi anaknya, ketika suaminya hendak memberikan uang untuk makan dan kebutuhan yang lainnya. Seorang anak pun, menjadi pelampiasan ibunya terhadap sang suami. hanya karena kesulitan ekonomi, sang ibu memukuli anaknya, bahkan sampai menyiram anak tersebut dengan air panas. Anak tersebut hanya diam saja, tanpa memberitahukan kepada ayahnya atas sikap ibunya.
Secara psikis, anak tersebut mengalami trauma yang berkepanjangan dan takut akan ibunya sendiri. Perlu kita sadari, bahwa hanya karena materi atau kebutuhan ekonominya susah, seorang ibu yang seharusnya memberikan kasih sayang kepada anaknya. Tetapi, malah melakukan kekerasan kepada sang anak. . Janganlah hanya karena uang, kita bisa melakukan kekerasan atau kejahatan kepada siapapun. Tetapi, mintalah kepada Yang Maha Esa, agar kita diberikan rezeki yang melimpah.

BAB 6, Manusia dan Penderitaan


Nama         : Edwina Carolin Pietersz
NPM          : 12110254
Kelas          : 1 KA 24

Kekerasan Seksual pada Anak di bawah usia dini

Maraknya kekerasan yang terjadi saat ini, bahkan kekerasan seksual pada anak di bawah umur. Akhir – akhir ini, kekerasaan pada anak di bawah umur bukan hanya terjadi pada anak perempuan. Tetapi anak lelaki pun, juga mengalami kekerasan seksual (sodomi). Pada umumnya, orang yang melakukan kekerasan seksual ini adalah orang mengalami gangguan seksual.
 Orang atau pelaku kekerasan seksual adalah, bapak – bapak yang sudah berumur. Kekerasan seksual, sering terjadi pada orang terdekat mereka ataupun orang yang tak di kenal. Ada yang dengan cara anak itu langsung disodomi, bahkan ada pula yang dengan cara membaiki anak kecil tersebut. Kenapa korban pelampiasan seksual mereka pada anak di bawah umur ? karena pada umumnya, mereka adalah orang yang mengalami gangguan seksual, dan korbannya adalah anak di bawah umuru. Karena anak di bawah umur, tidak belum mengetahui apa – apa, dan mereka tidak bisa berontak. Cara mereka untuk mengelabui anak kecil tersebut, pertama – tama mereka mendekati anak kecil tersebut, sehingga anak kecil itu dekat dengan mereka dan menganggap mereka seperti keluarga. Setelah anak tersebut merasa aman dan nyaman dengan orang itu, pelaku pun akan melakukan kekerasan seksual pada anak di bawah umur. Akibat dari kekerasan seksual itu, anak tersebut merasa sakit pada bagian belakang mereka, dan mengalami trauma yang bersifat sementara atau berkepanjangan.
Oleh karena itu, para orang tua harus lebih memperhatikan anaknya, agar tidak menjadi korban kekerasan seksual. Dan jangan terlalu mempercayai orang, agar anaknya tidak menjadi korban pelecehan seksual.

Minggu, 20 Maret 2011

BAB V = MANUSIA dan KEINDAHAN (Penulisan II)

Pengertian Keindahan
Keindahan adalah sifat-sifat yang merujuk kepada sesuatu yang indah di mana manusia mengekspresikan perasaan indah tersebut melalui berbagai hal yang mengandung unsur estetis yang dinilai secara umum oleh masyarakat.
Keindahan sebagai suatu kualitas abstrak (Beauty as an abstract quality)menggambarkan sesuatu yang kontemporer dan bersifat nonrealistic di mana sang pencipta karya menggambarkan sesuatu yang tidak bisa dimengerti secara umum dan tidak sesuai dengan realita.
Keindahan sebagai kualitas abstrak menggambarkan suatu bentuk dalam yang keindahan di mana keindahan tersebut bersifat eksklusif dan hanya dapat dimengerti oleh orang yang menciptakan keindahan tersebut berdasarkan apa yang dipahaminya.
Keindahan sebagai benda tertentu yang menunjukkan keindahan keindahan memiliki konsep pemahaman dan nilai yang berbeda dengan kualitas abstrak di mana benda yang dimaksud dalam hal ini adalah sesuatu yang mewakili keindahan secara umum dan dapat dengan mudah diterima maupun dipahami oleh masyarakat.

Contoh keindahan dalam bentuk benda:
Secara alami: Manusia menaruh rasa kagum atas keindahan alam yang merupakan ciptaan dari                             Yang Maha Kuasa.
Buatan tangan: Karya seni yang memiliki nilai estetika yang dapat dinilai oleh manusia.
Keindahan adalah suatu hal yang memiliiki definisi yang luas dan pandangan mengenai keindahan masing-masing berbeda dari setiap ahli, tergantung bidang yang digeluti oleh orang tersebut.

Keindahan atau “beauty” adalah sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok.Keindahan juga dapat memberikan kita rasa keingintahuan tentang hal tersebut semakin terus bertambah.contohnya jika kita bermusik,kita akan semakin mencari ‘feel’ apa yang cocok untuk hati kita.


Study Kasus
KOMPASIANA.COM – Indonesia memang dikenal sebagai juaranya korupsi di dunia. Sudah bertahun-tahun Indonesia berperingkat terbawah sebagai negara terkorup di dunia dan seakan tak ada prospek beranjak dari keburukan ini. Terakhir, Transparency International Indonesia merilis peringkat indeks korupsi (IPK) Indonesia pada tahun 2009 berada pada posisi 111. Ini memang sangat memiriskan. Bangsa yang besar ini dipandang sangat ‘kotor’ akibat korupsinya yang merajalela. Ibu Pertiwi pasti menangis jika melihat anak bangsa saat ini sebagai juara korupsi.
Lantas, banyak orang berpikir bahwa korupsi yang sudah sedemikian parah ini dihubungkan dengan masalah moral. Akar permasalahan utama korupsi di Indonesia adalah moralitas bangsa yang bobrok, korup dan ambruk. Benarkah demikian? Pantaslah kita untuk mendiskusikannya agar kita tidak serta merta memercayai statement bahwa parahnya korupsi di Indonesia ini akibat moral bangsa yang buruk. Kita tidak boleh luruh hanya mengkambinghitamkan masalah moral sebagai penyebab suburnya korupsi di indonesia.
Sayangnya, begitu banyak terdengar upaya kampanye sederhana (soft campaigne), baik pemerintah, tokoh masyarakat, NGO/LSM, hingga tokoh-toko agama tentang seruan serta imbauan kepada masyarakat untuk terus memperbaiki akhlak dan nilai-nilai moral yang selama ini dianggap biang terjadinya korupsi di Indonesia. Media yang digunakan beragam, mulai dari iklan TV, Koran, Majalah, Tabloid hingga pamflet dan selebaran, yang intinya adalah menekankan kepada masyarakat bahwa, “jika ingin korupsi dibasmi, maka perbaikilah moral dan akhlak dasar kita, sebab moral yang bobrok merupakan akar penyebab korupsi di Indonesia”.
Upaya tersebut tidaklah salah, tetapi sangat berpotensi keliru memandang persoalan secara objektif dan komprehensif. Bahkan kekhawatiran terbesar masyarakat adalah bisa saja upaya kampanye anti korupsi yang terus menerus menyudutkan masalah moral sebagai biang keladi menjamurnya korupsi, hanya dijadikan sebagai upaya “cuci tangan” dan “pengalihan isu” dari para pejabat korup. Kita perlu memandang masalah moralitas ini sangat rawan untuk dipermainkan oleh pihak-pihak yang sebenarnya terlibat dalam korupsi. Bisa saja isu moralitas ini hanya sebagai upaya lempar batu sembunyi tangan.
Memandang korupsi sebagai masalah moral ini juga bisa menciptakan ketidakmampuan menguraikan jenis-jenis korupsi secara detail dan kegagalan menciptakan solusinya. Ada resistensi yang timbul karena rasa pesimistis berlebihan sebagai akibat kegagalan menguraikan kerumitan benang-benang korupsi. Ini karena masalah moral begitu luas dan cara penanganannya juga sangat luas. Jadi, tidak sekedar menangani penyebab dari satu aspek saja, lalu lantas masalah moral selesai dan korupsi pun punah.
Lantas, orang berpikir karena masalah moral maka yang harus dibenahi moral bangsa adalah lewat pendidikan yang bermoral. Ini jelas terlalu luas dan tidak langsung mengenai sasaran karena pendidikan lebih condong pada pembentukan karakter dasar. Dan, seringkali karakter itu takluk pada determinan lingkungan yang lebih mencerminkan kondisi yang sesuai pada realitas kekinian. Lingkungan mampu menciptakan pengaruh yang menjadikan orang yang dibentuk pendidikan larut dalam hegemoni lingkungan.
Menangani korupsi lewat pendidikan memang perlu, tetapi ini hanya pada proses penciptaan fundamental saja. Pendidikan yang menciptakan moralitas utama lebih disepakati sebagai upaya penanaman pondasi moral bahwa korupsi itu adalah tindakan laknat yang menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa. Sekaligus pendidikan moral ada untuk membangun benteng moral agar tidak terjebol oleh serangan biadab korupsi implisit maupun eksplisit. Namun demikian, moralitas yang dibentuk pendidikan tidak bisa digunakan sebagai tameng secara terus menerus untuk menghadang korupsi.

BAB V = MANUSIA dan KEINDAHAN ( Penulisan I)

Manusia diciptakan untuk menikmati dan menjaga keindahan yang telah ada, entah itu keindahan ragawi ataupun rohani yang tercipta dari sang KHALIQ. Definisi dari keindahan itu adalah cantik, elok, permai. Selain itu bisa dikatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang rnendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat.
Lalu apa hubungannya manusia dengan keindahan?saya akan memberikan pendapat saya disini. Manusia mempunyai lima dasar komponen yang dimiliki ketika ia dilahirkan ke dunia, yaitu ; akal, nafsu, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Lalu anda pasti akan bertanya dalam hati, apa kaitannya lima komponen dasar tadi dengan keindahan. Oke, saya ambil satu contoh, dengan akalnya manusia pasti mempunyai keinginan terhadap sesuatu yang indah, karena hampir tidak ada manusia yang menginginka sesuatu yang tidak indah, entah itu dalam bentuk barang atau hanya khayalannya saja.
Dengan akalnya pun, manusia bisa membuat maha karya lagu yang tercipta dalam suatu resonansi nada yang padu, kemudian membentuk suatu keindahan dalam bentuk karya seni yang bisa dinikmati orang lain.Bahkan dengan nafsunya pun manusia sanggup membentuk suatu keindahan yang luar biasa, kita ambil contoh manusia pasti memiliki nafsu atau angan yang berlebih untuk menjadi orang sukses yang kaya raya, mungkin menurut anda itu bukan suatu keindahan, tapi menurut saya jika kita menjadi orang sukses yang kaya raya dan kita mampu menyisihkan sebagian kekayaan kita kepada orang yang membutuhkan, itu lah yang dinamakan keindahan sesungguhnya. Selain itu manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar bisa ter realisasikan. Ditambah lagi dengan anugrah yang diberikan-NYA kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis.
Selain itu manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika. Sedang manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan estetika ini.

Jumat, 11 Maret 2011

Cinta Kasih Sayang


Nama   : edwina carolin pietersz
Kelas   : 1KA24
NPM   : 12110254

Ungkapan cinta dan kasih sayang bukan semata-mata ungkapan sederhana akan tetapi mengandung makna yang terstruktur. Dari urutan kata “ cinta dan kasih sayang “ sebenarnya terbalik. Semestinya diucapkan “Sayang, kasih dan cinta”. Alasannya diambil dari sudut pandang penulis dalam kaitannya dengan hubungan pria wanita dalam kepentingan mereka mencari keturunan sehingga mereka sepakat untuk merajut tali cinta hingga jenjang pernikahan. Sesungguhnya cinta adalah tingkatan tertinggi dari rasa sayang dan kasih terhadap sesuatu ataupun orang lain. Contoh jka kita mencintai seseorang, sebelum langkah semakin jauh untuk menikah maka semestinya di awali oleh rasa sayang, kasih dan cinta. Apakah mungkin seseorang sebelum bertemu sudah mencintai seseorang ? Tentu tidak.

Rasa sayang di awali dengan rasa suka dan simpati terhadap seseorang. Rasa suka dan simpati tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal di antaranya adalah :
Insting atau Naluri
Insting dan naluri adalah sifat dasar yang dibekali oleh Tuhan pada setiap mahluk termasuk hewan. Insting dan naluri adalah hal yang bersifat menurun dari generasi ke generasi yang tidak dipelajari. Ia timbul secara spontan tanpa direncanakan dan terkadang tidak masuk akal. Tetapi hal itu ada. Rasa suka karna disebabkan oleh insting dan naluri sulit untuk dijelaskan dengan akal sehat, karna dalam kenyataanya seseorang menurut pandangan kita tidak mungkin suka dengan seseorang. Karna kita sering berada dalam ranah fikir logis. Akan tetapi insting dan naluri terkadang tidak logis. Rasa suka karna insting dan naluri jika proses interaksinya berlanjut maka akan tiba pada ranah sayang. Rasa sayang dapat terjadi sepihak atau mendapat respon dari pihak lain. Jika hubungan “nyambung” maka berlanjut ke tahapan kasih yaitu suatu keadaan saling pengertian dan saling memberi. Akan tetapi terkadang masih ada unsur pamrih. Nah tahapan akhir dari proses tersebut adalah cinta. Dimana seseorang sudah dapat lepas dari unsur pamrih baik memberi atau menerima yang semuanya atas nama cinta. Para pihak yang terlibat dalam proses interaksi tersebut sudah terbebas dari keterbatasan masing-masing pihak. Mereka saling menerima dan saling memberi tanpa paksaan dan iklas. Indikasi yang tampak adalah masing-masing saling ketergantungan dengan rasa tanggungjawab, kemauan pengorbanan yang iklas tanpa unsur paksaan. Apabila suatu hubungan pernikahan sudah sampai pada ranah tersebut maka baru dapat dikatakan cinta sejati. Harapan untuk mencapai ketentraman hidup bukan hanya sekedar isapan jempol belaka.
Dalam beberapa kasus terkadang tahapan suatu hubungan baru sampai pada tataran sayang dan kasih dimana pembebasan diri dari kepentingan diri dan hanya untuk cinta belum tercapai merupakan hubungan yang rawan. Dimana suatu saat dengan hanya disulut cemburu dan tidak percaya maka hubungan mereka dapat retak yang tak jarang berujung pada perceraian. Kadangkala tahapan gejolak rumah tangga adalah merupakan bumbu tersendiri bagi suatu hubungan dimana setiap pasangan pada umumnya mengalami tahapan tersebut akan tetapi pada intensitas, tingkat gejolak dan frequensi yang beragam. Dalam hal ini para pihak yang terlibat harus mempunyai pengendalian diri yang baik dan mampu menahan diri sehingga badai dan cobaan yang mencoba mengganggu bahtera rumah tangga mereka dapat dilalui. Jika masa kritis tersebut dapat dilalui maka kebahagiaan kehidupan rumah tangga sudah menunggu mereka.
Sesungguhnya masa kritis tersebut dapat dijelaskan sebagai tahapan pencarian pembebasan diri dari kepentingan diri yang bersifat egoistis untuk kepentingan bersama (berdua). Bayangkan saja dua insan yang hanya bermodalkan buaian kata suka, sayang dan kasih disatukan, padahal mereka datang dari latarbelakang keluarga yang berbeda. Dimana proses pembentukan karakter diri di masing-masing asal keluarga berbeda. Ibarat baut baru yang bertemu dengan mur yang baru maka akan terjadi proses penyesuaian.
Jika proses penyatuan dua pribadi tersebut dipandang sebagai suatu proses belajar maka psikologi pendidikan dapat menjelaskannya. Dari sudut psikologi pendidikan hal ini dapat dijelaskan bahwa pengalaman belajar masing-masing yang berbeda sehingga menghasilkan konsep pada struktur kognitif seseorang yang berbeda pula. Pada saat mereka bersama akan terjadi proses adaptasi. Dimana dalam proses adaptasi tersebut terjadi proses akomodasi dan asimilasi. Teori kognitif Peaget menyatakan ada tiga proses yang terjadi dalam interaksi belajar yaitu akomodasi, asimilasi dan equilebrium. Akomodasi adalah proses mengambil seluruhnya yang sesuai dengan konsep yang sudah ada. Asimilasi adalah proses penyesuaian dimana konsep lama dirubah sesuai dengan konsep baru yang diterima. Sedangkan equilebrium adalah proses akhir yang menyeimbangkan sehingga terjadi penyatuan.

Persamaan Nasib
Urutan pernyataan sikap dari suka, sayang, kasih dan cinta dapt terjadi karna persamaan nasib. Bayangkan saja jika karna sesuatu yang bersifat extraordinary maka dua insan pria wanita terjebak di suatu pulau terpencil padahal mereka sebenarnya sudah memiliki pasangan. Benih cinta yang sebenarnya diawali oleh rasa suka dilanjutkan dengan sayang, kasih berakhir dengan cinta. Bagaimana dengan pasangan sebelumnya, tentu saja kita tidak dapat memvonis mereka tidak setia, pada kasus ini adalah seperti dinyatakan di atas adalah kasus yang bersifat extraordinary (kejadian luar biasa).
Persamaan nasib sebenarhya di awali dengan pergaulan biasa layaknya pertemanan. Proses panjang yang melibatkan mereka dalam interaksi keseharian mengakibatkan di antara mereka saling belajar tentang pribadi masing-masing. Setelah mereka saling memahami maka akan timbul rasa sayang yang tidak mereka sadari. Tahapan berlanjut ke tahapan kasih dimana satu sama lain akan berbagi suka maupun duka. Berikutnya adalah tahapan puncak aktualisasi dari suka, sayang dan kasih yaitu cinta.

Saling Membutuhkan dan Saling Melengkapi
Suatu situasi tertentu dimana dua insan yang menyadari keterbatasan masing-masing berusaha melengkapi kekurangan mereka dengan mencari pasangan. Suatu masalah yang mereka sadari bahwa mereka mempunyai kekurangan adalah bagaimana mencari keturunan. Dimana manusia sesuai kodratnya tidak dapat membuat keturunan hanya melibatkan satu individu. Pria sudah tentu membutuhkan wanita. Motif timbulnya perasaan suka dalam hal ini adalah semata-mata karna ingin memperoleh keturunan sehingga terjadilah rasa sayang yang diikuti oleh rasa kasih dan diakhiri oleh cinta.
Individu yang terlibat dalam proses ini biasanya yang memiliki karakter pendewasaan diri yang sudah cukup matang dimana mereka berdua merencanakan secara matang setiap langkah mulai dari penjajakan hinga proses perkawinan. Mereka menyadari bahwa mereka masing-masing memiliki kekurangan dan berusaha melengkapinya dengan kehadiran pasangan. Biasanya proses penyatuan menuju cinta sejati melalui proses yang flat dan minim gejolak.

Pemaksaan
Situasi tertentu yang memaksa satu pihak bersatu dengan orang lain karna unsur paksaaan. Biasanya hal ini terjadi pada kasus kawin paksa dan perjodohan. Awal proses pengenalan akan terjadi penolakan baik secara nyata atau
tersembunyi di hati di antara dua insan yang terlibat. Jika proses ini berlangsung lama dan kondisi lingkungan yang mendukung maka proses pembelajaran sesuai teori psikologi pendidikan akan terjadi dan tahapan tahapan normal proses aktualisasi rasa suka, sayang, kasih dan cinta akan terjadi. Tetapi apabila proses tersebut pada suasana yang tidak mendukung seperti misalnya lingkungan yang kurang mendukung, tidak adanya kesadaran saling melengkapi antara dua insan, tidak adanya kemauan dan komitmen untuk meraih cinta dan tidak adanya insting dan naluri cinta maka kehambaran hubungan akan terjadi, sehingga kemungkinan mencapai rumahtangga yang tenteram, bahagia dan sejahtera akan sangat tipis.



Hubungan Cinta Kasih dan Sayang Antara Orang Tua dan Anak

Berbeda dengan hubungan antara pria wanita, rasa sayang antara anak dan orang tua tidak memerlukan rasa suka karna sejatinya aktualisasi suka sudah ada sejak bayi lahir. Demikian juga aktualisasi sayang, kasih dan cinta sudah ada semenjak si bayi lahir. Hal tersebut terjadi spontan berdasarkan naluri yang tidak dipelajari. Tidak juga tergantung pada situasi dan nasib tertentu . Secara umum hubungan cinta antara orang tua dan anak dalam prosesnya berlangsung sepihak yaitu si orang tua memberikan cintanya secara aktif dan si anak menerimanya secara pasif.

Yang membedakan antara cinta pria wanita dengan orang tua dan anak adalah motif dan tujuannya. Antara orang tua dan anak hubungan cinta bersifat tidak memiliki dan suatu saat mereka merelakan anak mereka dicintai orang lain berdasarkan cinta pria wanita. Sedangkan hubungan cinta pria wanita, bersifat memiliki dimana mereka adalah satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dan tidak satupun phak ke tiga yang dapat mengklaim kepemilikan sah hubungan suami istri.

Hubungan Cinta dan Kasih Sayang Antara Manusia dan Tuhan
Hubungan cinta dan kasih sayang antara manusia dan Tuhan sering diistilahkan dengan spiritualisme. Dimana spiritualisme adalah suatu paham pengkultusan kepada Sang Pencipta yang diaktualisasikan dengan pemujaan dalam berbagai bentuk sesuai dengan situasi kultural suatu sistem kemasyarakatan. Kecintaan kepada Tuhan adalah wujud dari rasa terimakasih yang kepadanya atas jasanya yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya.
Bentuk ungkapan terimakasih tersebut sangat beragam dari ungkapan yang bersifat primitif hingga logis dan cerdas. Masyarakat primitif yang sedang dalam pencarian akan keberadaan Tuhan mewujudkan keyakinan mereka dengan cara menyembah batu, pohon dan benda maupun tempat yag dianggap keramat lainnya. Sedangkan wujud masyarakat peralihan adalah dengan mewujudkan rasa terimakasih mereka dengan berdoa langsung kahadapannya dengan menggunakan berbagai sarana terbaik yang mereka miliki. Salah satu wujud cinta adalah pengorbanan, maka pengorbanan yang terbaiklah yang dilaksanakan untuk mengungkapkan terimakasih kita kehadapannya. Terdapat beberapa aliran yang sengaja bunuh diri lantaran ingin mengungkapkan rasa cinta mereka kehadapan Tuhan.
Dengan semakin berkembangnya zaman dan moderenitas tak dapat dihindari sementara wujud cinta kehadapan-Nya adalah mutlak dan absolut, maka wujud cintapun berubah menjadi lebih logis. Kenapa logis karna moderenitas tak terlepas dari unsur ilmiah dan logis. Memang sejatinya terdapat unsur cinta yang berupa insting yang kadang berada di luar nalar. Atau dikatakan cinta buta. Tapi dari sekian banyaknya manusia di muka bumi ini hanya sebagian kecil sekali yang membabi buta mengungkapkan cintanya kehadapan-Nya. Berhubungan dengan hal tersebut wujud terimakasih kehadapan-Nya bergeser dari pemujaan berlebihan ke arah kegiatan produktif yang mendukung pelestarian spesies manusia di muka bumi ini. Seperti kegiatan pendidikan, peduli lingkungan hidup, gerakan peduli sesama berupa kegiatan bakti sosial, belajar dengan tekun, bekerja untuk kesejahteraan keluarga, menjadi peminpin yang dicintai rakyatnya, melaksanakan proses pembangunan bangsa berkelanjutan, pembinaan aspek moral yang berkelanjutan, membina hubungan baik antar suku, golongan, agama dan negara, melakukan penelitian ilmiah pada berbagai disiplin ilmu, menerapkan teknologi tepat guna dalam mengeksplorasi alam baik di bumi maupun di ruang angkasa dengan tujuan agar spesies manusia tetap eksis di muka bumi ini.
Uraian di atas sesuai dengan ajaran Hindu dalam kerangka mencari, merindukan dan mencintai Tuhan yang dinyatakan dalam berbagai jalan yaitu Bakti Marga, Karma Marga, Jenana Marga dan Yoga Marga. Sesungguhnya filosofis Hindu sudah sadar betul akan tingkatan peradaban budaya manusia dari zaman ke zaman. Kenapa Bakti Marga di tulis paling awal ? Karna memang kegiatan bakti marga adalah kegiatan mengungkapkan rasa cinta kepadanya dengan bakti. Pelaksanaan riilnya sebenarnya sudah kita laksanakan secara rutin terutama untuk umat Hindu. Ke dua ditulis Karma Marga karna sarana lain untuk mengungkapkan rasa cinta adalah berbuat sesuatu yang baik demi kesejahteraan, ketentraman dan kedamaian umat manusia. Jenana Marga pada urutan ketiga adalah untuk mengantisipasi kekritisan umat manusia dalam melakukan pencarian dalam usaha mencintai Tuhan. Dimana manusia dibekali akal sehat untu mencari sendiri kebenaran itu. Sehingga dengan demikian apakah kita salah untuk mengkritisi ? Apakah salah kita sebagai mahluk Tuhan dalam usaha kita untuk mencari kebenaran dalam usaha mencintainya mencari ilmu, belajar menggunakan akal sehat ? Hendaknya ini perlu menjadi renungan kita bersama, apakah kebebasan berfikir di ranah sosial saat ini sudah demikian ? Yang terakhir adalah Yoga Marga yaitu suatu tataran tertinggi dalam usaha mencintai Tuhan yang dapat dicapai dengan konsentrasi penuh, menyatukan fikiran mendekat kepadanya. Tahapan terakhir ini adalah yang paling sulit dan menurut sejarah katanya pernah dilakukan oleh beberapa wiku zaman dulu. Mengapa saat ini jarang ada rohaniawan yang berani mengklaim sudah melakukan penyatuan dengan Tuhan melalui jalan Yoga Marga ?

Cinta dan Kasih Sayang Terhadap Masyarakat Bangsa dan Negara
Cinta dan kasih sayang juga diwujudkan dalam konteks bersaudara, bermasyarakat , berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini wujud suka, sayang dan kasih timbul akibat kepentingan. Beberapa orang bergabung membentuk komunitas , beberapa komunitas bergabung membentuk kumpulan masyarakat yang heterogen yang memiliki kepentingan yang sama melalui suatu keonsensus mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera. Demikian halnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Cita-cita mewujudkan tujuan bersama menjadikan paham kebangsaan menjadi suatu ideologi yang digunakan sebagai spirit kebangsaan. Dengan semangat, motivasi dan spirit kebangsaan maka segala proses menuju cita-cita masyarakat dan bangsa akan tercapai.
Oleh karna rasa cinta didasarkan oleh latar belakang kepentingan yang sama pada suatu kawasan yang tertentu maka rasa cinta bibatasi oleh kepentingannya tersebut. Oleh karna regenerasi tersebut berjalan terus sementara spirit kebangsaan terus diperlukan maka ungkapan rasa cinta bangsa harus senantiasa dibangkitkan melalui program pendidikan dan penyelenggaraan iven yang menyulut semangat kebangsaan dilaksanakan secara rutin. Misalnya pembelajaran mata pelajaran PPKn di sekolah, penyelenggaraan iven olah raga, pembelajaran mata pelajaran seni suara untuk melatih menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan kegiatan lainnya.

Peranan Cinta dan Kasih Sayang Dalam Budaya
Salah satu unsur pendukung perkembangan budaya adalah ungkapan rasa cinta, kasih dan sayang. Dengan spirit cinta maka manusia dapat berkreativitas menciptakan sesuatu. Hasil ciptaannya adalah salah satu unsur yang sangat berguna bagi perkembangan budaya. Contohnya adalah karna cinta dengan istrinya Kaisar Mongolia mempersembahkan Taj Mahal kepada istrinya, demikian juga kisah Taman Gantung yang fenomenal di Timur Tengah adalah hadiah raja kepada istrinya.

Karna cinta seoarang pria membuatkan mainan dan mengerjakan sesuatu untuk kesenangan anak dan istrinya. Cinta kepada masyarakat dan negara para ahli menemukan dan menciptakan suatu penemuan dan karya yang bermanfaat untuk masyarakat, bangsa, negara dan bahkan masyarakat internasional. Atas nama cinta manusia rela beryadnya sebagai ungkapan terimakasih kehapan Tuhan Yang Maha Esa..
Hasil karya tersebut adalah berperan sangat penting dalam perkembangan kebudayaan manusia secara keseluruhan. Dari masa dan dari zaman ke zaman atas nama cinta manusia tetap eksis dan berkarya di muka bumi ini. Bahkan atas nama cinta Tuhan dan kemanusiaan manusia sudah berkarya untuk mencari kemungkinan hidup di tempat lain di jagat raya ini, demi kontinyuitas eksistensi manusia. Karna bukan tidak mungkin kelak di bumi ini tidak lagi layak untuk di huni.

Sumber : Teacher Creative Corner

Konsep IBD dalam Kesusastraan

Nama : Edwina Carolin Pietersz
Kelas : 1KA24
NPM : 12110254


Konsep IBD dalam kesusastraan
Ilmu Budaya Dasar secara sederhana adalah pengetahuan yang diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan . Suatu karya dapat saja mengungkapkan lebih dari satu masalah, sehingga ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra, ilmu filsafat ataupun ilmu tari yang terdapat dalam pengetahuan budaya, tetapi ilmu budaya dasar menggunakan karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk .
Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep.

Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan :
1. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
2. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
3. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat,
budaya daerah dan budaya nasional

Ilmu Budaya Dasar Merupakan Pengetahuan Tentang Perilaku Dasar-Dasar Dari Manusia. Unsur-unsur kebudayaan
1. Sistem Religi/ Kepercayaan
2. Sistem organisasi kemasyarakatan
3. Ilmu Pengetahuan
4. Bahasa dan kesenian
5. Mata pencaharian hidup
6. Peralatan dan teknologi

Karya sastra adalah penjabaran abstraksi,namun filsafat yang menggunakan bahasa juga disebut abstrasi. Maka abstrak adalah cinta kasih,kebahagian,kebebasan dan lainnya yang digarap oleh filsafat. Dalam kesusastraan IBD dapat dihubungkan …
meliputi: Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dll. Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti tersebut diatas maka Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan. Konsep-konsep social dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan utntuk mempelajari masala-masalah social yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial, contohnya: Keanekaragaman dan konsep kesatuan sosial bertolak .
Tanpa ada maksud menciptakan dikotomi dalam kesusastraan, ada perbedaan antara literatur biasa dengan sastra. Sastra memiliki sense of love yang lebih representatif. Sebagai contoh, literatur ekonomi dapat saja mencatat angka-angka … Ada benang merah yang menyatukan konsep kebudayaan kita. Tidak heran apabila para pendiri bangsa mampu melebur diri dalam Bhineka Tunggal Ika. Kearifan budaya lokal masih kuat.

Ilmu budaya dasar yang semula dinamakan Basic Humanities berasal dari bahasa Inggris the humanities yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus.jadi the humanities berkaitan denga masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus. Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu yaitu the humanities. Pada umumnya the humanities mencakup filsafat, teknologi, seni dan cabang – cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat dan sebagainya.

Seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normative, seni lebih mudah berkomunikasi, nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya. Hampir di setiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasannya :
1. Sastra menggunakan bahasa. Sementara itu bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampi semua kegiatan manusia
2. Sastra juga lebih mudah berkomunikasi karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat mengunakan bahasa adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstra. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.
3. Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang leih mudah menemukan gagasan-gagasanya dalam bentuk yang tidak normative.

Orientasi the Humanities adalah ilmu dengan mempelajari satu atau sebagian disipln ilmu yang tercakup dalam the humanities.

Ilmu budaya dasar yan dihubungkan dengan prosa
Istilah prosa banyak pandanannya, diantaranya : narrative fiction, prose fiction, atu fiction. Dalam bahasa Indnesia istilah tersebut sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan dideinisikan sebagai bentuk cerita, atu prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Jenis – jenis prosa :

F Prosa lama meliputi :
1. dongeng-dongeng
2. hikayat
3. sejarah
4. epos
5. cerita pelipur lara

F Prosa baru meliputi :
1. cerita pendek
2. roman / novel
3. biografi
4. kisah
5. otobiografi

Nilai-nilai dalam prosa fiksi
Sebagi seni yang bertulang punggung ceritamau tidak amu karya sastra langsung tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Adapun nilai yang diperoleh pembaca lewat karya sastra antara lain :

1. Prosa fiksi memberi kemenangan
Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari pembaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu atau kejadian yang dikisahkan

1. Prosa fiksi memberi informasi

Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat didalam ensiklopedi

1. Prosa fiksi memberikan warisan cultural

Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa

1. Prosa memberikan keseimbangan wawasan

Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman – pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri

Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang unsur dari kebudayaan. puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik, nyang secara padu dan utuh di padatkan kata-katanya.

kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:
Figura bahasa, seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb.
Kata-kata yang ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
Kata-kata yang berjiwa, yaitu kata-kata yang sudah di beri suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
Kata-kata yang konotatif, yaitu kata-kata yang sudah di beri tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang di lukiskan, sehingga lebih menggugah hati.

Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan ilmu budaya dasar adalah :
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
3. Puisi dan keinsyafan sosial.

Sumber : RioHodedi