Minggu, 30 Oktober 2011

Pembentukan Karakter, (Penulisan 16)


Nama              :  Edwina Carolin Pietersz
Kelas               :  2 KA 27
NPM                :  12110254

PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER

A. PENGERTIAN KARAKTER
Menurut bahasa, karakter adalah tabiat atau kebiasaan. Sedangkan menurut ahli psikologi, karakter adalah sebuah sistem keyakinan dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu. Karena itu, jika pengetahuan mengenai karakter seseorang itu dapat diketahui, maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk kondisi-kondisi tertentu.
Dilihat dari sudut pengertian, ternyata karakter dan akhlak tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Keduanya didefinisikan sebagai suatu tindakan yang terjadi tanpa ada lagi pemikiran lagi karena sudah tertanam dalam pikiran, dan dengan kata lain, keduanya dapat disebut dengan kebiasaan.

B. MEKANISME PEMBENTUKAN KARAKTER
1. Unsur dalam Pembentukan Karakter
Unsur terpenting dalam pembentukan karakter adalah pikiran karena pikiran, yang di dalamnya terdapat seluruh program yang terbentuk dari pengalaman hidupnya, merupakan pelopor segalanya. Program ini kemudian membentuk sistem kepercayaan yang akhirnya dapat membentuk pola berpikirnya yang bisa mempengaruhi perilakunya. Jika program yang tertanam tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran universal, maka perilakunya berjalan selaras dengan hukum alam. Hasilnya, perilaku tersebut membawa ketenangan dan kebahagiaan. Sebaliknya, jika program tersebut tidak sesuai dengan prinsip-prinsip hukum universal, maka perilakunya membawa kerusakan dan menghasilkan penderitaan. Oleh karena itu, pikiran harus mendapatkan perhatian serius.
Tentang pikiran, Joseph Murphy mengatakan bahwa di dalam diri manusia terdapat satu pikiran yang memiliki ciri yang berbeda. Untuk membedakan ciri tersebut, maka istilahnya dinamakan dengan pikiran sadar (conscious mind) atau pikiran objektif dan pikiran bawah sadar (subconscious mind) atau pikiran subjektif. Penjelasan Adi W. Gunawan mengenai fungsi dari pikiran sadar dan bawah sadar menarik untuk dikutip.
Pikiran sadar yang secara fisik terletak di bagian korteks otak bersifat logis dan analisis dengan memiliki pengaruh sebesar 12 % dari kemampuan otak. Sedangkan pikiran bawah sadar secara fisik terletak di medulla oblongata yang sudah terbentuk ketika masih di dalam kandungan. Karena itu, ketika bayi yang dilahirkan menangis, bayi tersebut akan tenang di dekapan ibunya karena dia sudah merasa tidak asing lagi dengan detak jantung ibunya. Pikiran bawah sadar bersifat netral dan sugestif.
Untuk memahami cara kerja pikiran, kita perlu tahu bahwa pikiran sadar (conscious) adalah pikiran objektif yang berhubungan dengan objek luar dengan menggunakan panca indra sebagai media dan sifat pikiran sadar ini adalah menalar. Sedangkan pikiran bawah sadar (subsconscious) adalah pikiran subjektif yang berisi emosi serta memori, bersifat irasional, tidak menalar, dan tidak dapat membantah. Kerja pikiran bawah sadar menjadi sangat optimal ketika kerja pikiran sadar semakin minimal.
Pikiran sadar dan bawah sadar terus berinteraksi. Pikiran bawah sadar akan menjalankan apa yang telah dikesankan kepadanya melalui sistem kepercayaan yang lahir dari hasil kesimpulan nalar dari pikiran sadar terhadap objek luar yang diamatinya. Karena, pikiran bawah sadar akan terus mengikuti kesan dari pikiran sadar, maka pikiran sadar diibaratkan seperti nahkoda sedangkan pikiran bawah sadar diibaratkan seperti awak kapal yang siap menjalankan perintah, terlepas perintah itu benar atau salah. Di sini, pikiran sadar bisa berperan sebagai penjaga untuk melindungi pikiran bawah sadar dari pengaruh objek luar.
Kita ambil sebuah contoh. Jika media masa memberitakan bahwa Indonesia semakin terpuruk, maka berita ini dapat membuat seseorang merasa depresi karena setelah mendengar dan melihat berita tersebut, dia menalar berdasarkan kepercayaan yang dipegang seperti berikut ini, “Kalau Indonesia terpuruk, rakyat jadi terpuruk. Saya adalah rakyat Indonesia, jadi ketika Indonesia terpuruk, maka saya juga terpuruk.” Dari sini, kesan yang diperoleh dari hasil penalaran di pikiran sadar adalah kesan ketidakberdayaan yang berakibat kepada rasa putus asa. Akhirnya rasa ketidakberdayaan tersebut akan memunculkan perilaku destruktif, bahkan bisa mendorong kepada tindak kejahatan seperti pencurian dengan beralasan untuk bisa bertahan hidup. Namun, melalui pikiran sadar pula, kepercayaan tersebut dapat dirubah untuk memberikan kesan berbeda dengan menambahkan contoh kalimat berikut ini, “...tapi aku punya banyak relasi orang-orang kaya yang siap membantuku.” Nah, cara berpikir semacam ini akan memberikan kesan keberdayaan sehingga kesan ini dapat memberikan harapan dan mampu meningkatkan rasa percaya diri.
Dengan memahami cara kerja pikiran tersebut, kita memahami bahwa pengendalian pikiran menjadi sangat penting. Dengan kemampuan kita dalam mengendalikan pikiran ke arah kebaikan, kita akan mudah mendapatkan apa yang kita inginkan, yaitu kebahagiaan. Sebaliknya, jika pikiran kita lepas kendali sehingga terfokus kepada keburukan dan kejahatan, maka kita akan terus mendapatkan penderitaan-penderitaan, disadari maupun tidak.

2. PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER
            pembentukan karakter tadi didasari oleh hukum Aksi dan Reaksi atau hukum Stimulus dan Respon, bisa juga disebut sebagai hukum Rangsangan dan Respon. Kita bertindak seperti ini karena ada stimulus atau rangsangan dari luar diri kita. Itulah faktor yang membentuk jati diri kita.

3. KEBEBASAN, FAKTOR TERPENTING PERKEMBANGAN KARAKTER
           Janganlah takut terhadap mereka yang menguasai tubuhmu, namun tidak berkuasa atas jiwamu !” demikianlah kata salah seorang pemuka agama. Apa yang dapat kita pelajari dari kata-kata ini dan apa hubungannya dengan proses perkembangan karakter yang kita pelajari saat ini ?

Faktanya, diantara Rangsangan dan Respon tadi, ada satu faktor terpenting yang seringkali dilupakan oleh semua orang, ya benar ! Anda dan saya ! Yaitu faktor kebebasan untuk memilih. Faktor inilah yang membedakan Billy dan Sybil dengan John “Elephant Man” Merrick.
Dalam kebebasan untuk memilih inilah terdapat anugerah Allah yang menjadikan manusia unik. Selain kesadaran diri, kita memiliki imajinasi – kemampuan untuk menciptakan di dalam benak kita di luar ralitas saat ini -.
Kita mempunyai suara hati – kesadaran batin yang dalam tentang benar dan salah, tentang prinsip – prinsip yang mengatur perilaku kita, dan pengertian tentang tingkat di mana pikiran dan tindakan kita selaras dengan prinsip – prinsip tersebut -.
Dan kita memiliki kehendak bebas – kemampuan untuk bertindak berdasarkan kesadaran diri kita, bebas dari semua pengaruh lain -.
Bahkan binatang yang paling cerdas tidak mempunyai satupun anugerah ini. Dengan menggunakan metafora komputer, binatang diprogram oleh naluri dan/atau pelatihan. Binatang, dapat dilatih untuk bertanggungjawab, tetapi mereka tidak dapat mengambil tanggungjawab untuk pelatihan itu. Dengan kata lain, binatang tidak dapat mengaturnya. Binatang tidak dapat mengubah pembuatan programnya. Binatang bahkan tidak sadar akan pembuatan program tersebut.
Akan tetapi, karena anugerah maunsiawi kita, kita dapat menulis program baru untuk diri kita sendiri yang sepenuhnya terpisah dari naluri dan pelatihan kita. Itulah sebabnya kapasitas binatang relatif terbatas sedangkan kapasitas manusia tidak terbatas. Namun, jika kita hidup seperti binatang, hanya berdasarkan naluri dan pengkodisian serta kondisi kita, hanya menuruti ingatan masa lalu kita, kitapun menjadi terbatas.
Anugerah Allah ini mengangkat kita dari sekedar binatang berkaki dua. Sejauh mana kita melatih dan mengembangkan anugerah ini memberi kita kekuatan untuk memenuhi potensi manusia yang unik. Diantara rangsangan dan respon terdapat kekuatan kita yang paling besar – kebebasan untuk memilih.
Siapakah saya ? Bagaimana proses pembentukan karakter saya ? Apakah lingkungan sekitar kita adalah penyebab kepribadian saya saat ini ? Apakah DNA saya yang menyebabkan pola berpikir saya sekarang ini ? Benarkah trauma masa kecil sayalah yang membuat ketakutan saya untuk berdiri dan berbicara di depan orang banyak ? Jawabannya adalah BENAR ! Namun anda memiliki satu kekuatan untuk merubah proses pembentukan kepribadian anda, yaitu kebebasan untuk memilih tidak memberikan respon yang sama. Anda memiliki kehendak bebas yang tidak dapat dipengaruhi oleh lingkungan anda, faktor genetis anda, ataupun trauma masa kecil anda !


Sumber :  http://wapannuri.com/a.karakter/proses-pembentukan-karakter.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar